Sejarah Masjid Nabawi

0
206
Madina Munawara, Saudi Arabia

Kenapa Masjid Nabawi Begitu Istimewa? Inilah Sejarahnya!

Masjid Nabawi sering disebut sebagai Masjid Rasulullah SAW. Inilah masjid yang dibangun Nabi Muhammad SAW saat berhijrah ke Madinah. Tempat tinggal Nabi dan keluarga berada di samping masjid ini, dan di tempat ini jugalah beliau dimakamkan.

Keistimewaan Masjid Nabawi

Masjid Nabawi menjadi saksi bagaimana Nabi Muhammad SAW hidup hingga wafatnya. Allah SWT memberikan banyak keistimewaan pada masjid ini, berikut adalah di antaranya:

  • Masjid Nabawi berada di Madinah yang dijaga oleh para malaikat Allah SWT.
  • Setiap ibadah yang dilakukan di masjid ini diberi pahala hingga 1000 kali lipat.
  • Di masjid ini terdapat makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar As sidiq, dan Umar bin Khattab.
  • Area masjid merupakan tempat mustajab untuk memanjatkan doa.
  • Banyak terdapat peninggalan Rasulullah SAW, misalnya mimbar yang biasa digunakan Nabi SAW untuk berdakwah.

 

Sejarah Masjid Nabawi

Sejarah Masjid Nabawi dimulai ketika Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan pengikutnya, hijrah dari Mekah ke Madinah atas perintah Allah SWT. Nabi SAW dan rombongan disambut dengan suka cita oleh kaum Anshor. Mereka berebut menawarkan tempat tinggalnya untuk tempat beristirahat Nabi SAW. Sebagai jalan tengah, Nabi Muhammad SAW membiarkan untanya yang memilih. Sang unta dibiarkan lepas dan ternyata berhenti di tanah milik Sahal dan Suhai, anak yatim dari Amr bin Amarah. Nabi Muhammad SAW lantas beristirahat dan menetap sementara di rumah Abu Ayub Al Ansari, bersebelahan dengan rumah Sahal dan Suhai.

Selang beberapa bulan, diputuskan untuk mendirikan sebuah masjid sebagai tempat beribadah dan pusat dakwah. Maka dipilihlah sebidang tanah kosong yang sebagian darinya milik As’ad bin Zurrah, sebagian lagi milik Sahal dan Suhai, dan sebagian lagi adalah lahan kuburan yang telah lama tak terpakai. As’ad bin Zurrah menyerahkan tanahnya sebagai wakaf. Pun dengan tanah kuburan. Namun tanah milik Sahal dan Suhai dibeli oleh Abu Bakar seharga 10 dinar.

Saat pembangunan masjid dimulai, peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, serta Ali bin Abi Thalib mengikuti setelahnya. Pembangunan selanjutnya dilakukan secara gotong royong.

Bentuk fisik masjid ini sangatlah sederhana. Ukurannya sekitar 30 x 35 meter persegi. Bahan-bahan yang digunakan hanya mengandalkan pohon kurma. Batang-batangnya dibuat untuk tiang-tiang penyangga, pelepah daunnya dibuat sebagai atapnya, sementara pelepah yang sudah kering dibuat sebagai bahan bakar untuk penerangan di malam hari. Tak ada hiasan apapun di dalamnya, dan bahkan tak ada tikar. Masjid ini dibuat dengan arah kiblat menghadap Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa di Yerusalem, Palestina.

Renovasi pertama pada Masjid Nabawi dilakukan setelah Nabi Muhammad SAW mendapat wahyu untuk mengubah kiblat sholat menjadi menghadap Ka’bah di Masjidil Haram di Mekah. Ini terjadi sekitar 17 bulan sejak hijrah. Mihrab masjid yang baru dibangun, dan yang lama dirobohkan.

Renovasi selanjutnya berupa perbaikan dan perluasan masjid agar bisa menampung lebih banyak jamaah. Perluasan terus dilakukan setiap ada pergantian khafilah, seperti pada masa Khafilah Umar, Utsman, Walid bin Abdul Malik, Abbas Al Mahdi, Malik Al Qait Bey, Sultan Abdul Majid, Raja Faisal, hingga Raja Fahd. Masjid Nabawi yang awalnya seluas 2.475 m2, kini menjadi 165.000 m2. Makam Nabi Muhammad SAW yang dulu berada di luar masjid, kini berada di dalamnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here